Cerita di Hari Kedua 1440 H



            Halo, pertama aku ingin mengucapkan selamat tahun baru Hijriah 1440!

            Semoga di tahun baru ini kita semua mendapat keberkahan dan kebaikan lebih dari tahun-tahun sebelumnya. Aamiin.

            Sudah lama mungkin, sudah sekitar hampir dua bulan aku tidak lagi pernah memperbarui postingan blog ini. Beberapa waktu lalu, bahkan aku sempat meminta votting dari teman-teman instagram untuk konsep cerita yang bisa aku jadikan postingan blog ini. Tapi oh tapi, hampir sembilan puluh persen menjadi wacana karena kesibukan demi kesibukan menghimpit waktu-waktuku meskipun seharusnya bulan ini aku memiliki waktu untuk berlibur lebih panjang dari biasanya.

            Yap, sebulan lalu waktuku dihabiskan dengan ‘Praktek Kerja Lapangan’ di salah satu kantor pajak di Kota Semarang. Sebenarnya aku sangat sangat ingin membagikan cerita keseharianku di sana, tetapi ternyata segudang aktivitas membuatku tidak lagi mampu meluangkan waktu dan tenaga untuk sekadar menulis postingan di blog ini. Bagaimana tidak, setiap hari Senin-Jumat aku diharuskan bangun sebelum subuh, lalu berangkat ke kantor pada pukul 06.30 WIB, kemudian menghabiskan waktu di meja kerja hingga pukul 17.00 WIB hingga akhirnya sampai di rumah pada pukul 18.00 WIB (tentu faktor kemacetan menjadi salah satu pengaruh besar).

            Badanku lelah, otakku juga tidak kalah lelah. Akhirnya setiap akhir minggu aku benar-benar memanfaatkan waktu untuk tiga hal yaitu, tidur, me-time, family-time. Aku selalu mengulang rutinitas yang terhitung membosankan selama empat minggu. Hingga akhirnya aku mulai terbiasa, mulai belajar menerima bahwa coming soon aku akan menjadi punggawa keuangan negara yang mau-tidak-mau harus meluangkan sebagian besar waktuku untuk melayani masyarakat dengan baik. Jadwalku kemarin cukup padat, apalagi di minggu terakhir aku diharuskan mengerjakan laporan PKL dan mempresentasikannya di depan pembimbing yang notabenya adalah Kepala Seksi di kantor.

            Setelah akhirnya hari-hari yang melelahkan itu selesai pada Jumat lalu, aku pun memiliki banyak waktu untuk menyalurkan apa yang kuinginkan dan apa yang kumiliki. Dan kebetulan sekali, hari ini adalah hari pertama tahun baru Hijriah 1440 yang menjadi awal baru untuk satu tahun ke depan. Biasanya nih ya, kita sendiri sebagai umat muslim tidak merasa bahwa tahun baru Hijriah adalah hal yang penting. Kita masih sering mengabaikan, menganggapnya sebagai hal yang biasa saja. Padahal ini sama luar biasanya atau bahkan lebih luar biasa dari tahun baru Masehi yang pada umumnya kita rayakan.

            Tahun ini aku merasa mendapat berkah yang luar biasa. Malam kemarin, aku bisa menikmati perayaan tahun baru yang biasa diadakan oleh keluarga besarku. Setelah doa bersama, ada acara makan-makan dan bercengkrama seraya menyambut tahun baru Hijriah ini. Aku yang tahun lalu tidak dapat merasakan hangatnya kebersamaan ini sontak bahagia dan bersyukur bisa diberi kesempatan berkumpul bersama orang-orang yang aku cintai. Di tahun yang baru ini pula, aku memiliki berbagai harapan untuk diriku sendiri pada satu tahun ke depan. Tentunya, berbagai hal ini aku dapatkan dari pelajaran di hari yang lalu-lalu.

1.      Ikhlas

Hal pertama yang ingin aku ubah perlahan dari diriku adalah menanamkan keikhlasan dalam setiap hal yang terjadi di hidupku. Bukankah hidup itu sebuah takdir yang pasti sehingga kita harus selalu ikhlas dalam menerimanya? Kita sendiri sebagai umat manusia sering tidak berpikir baik atas apa yang Allah berikan. Sibuk menyesal, sedih, dan mengegrutu atau bahkan marah atas apa yang menimpa kita. Sudah seharusnya, kita menjadi pribadi yang selalu ikhlas dalam menerima takdir apapun itu.

Aku pun mengakui, aku belum cukup ahli untuk hal yang satu ini. Tapi, setidaknya aku ingin berusaha selalu menanamkan hal yang satu ini sebagai karakter yang mendarah daging untuk selalu menerima apapun yang Allah berikan. Apalagi, satu tahun ke depan akan kembali dipenuhi berbagai rahasia Allah yang tentunya akan mengubah hidupku. Mau-tidak-mau, suka-tidak-suka aku harus selalu ikhlas menerima apapun yang ada di depan nanti.

2.      Bersyukur

Selain ikhlas, selalu bersyukur juga hal yang tidak jauh berbeda. Segala hal yang terjadi di hidup kita adalah bentuk pemberian Allah yang tentu saja penuh dengan hadiah indah di baliknya. Rahasia demi rahasia akan terkuak dengan sendirinya nanti, Allah akan membukakan jalan bagi semua cerita dan jawaban atas doa yang pernah tertunda. Allah mungkin juga akan mengganti harapan demi harapan yang tidak sepenuhnya baik untuk kita. Oleh karena itu, bersyukur menjadi hal yang penting untuk menumbuhkan keikhlasan dalam hati kita.

Aku ingin lebih belajar bersyukur di tahun ini, lebih bisa menumbuhkan segala pikiran positif kepada setiap takdir Allah. Aku ingin berhenti menyesal, menyudahi segala kekecewaan, menyelesaikan segala penyakit hati. Mungkin dengan lebih bersyukur untuk segalanya, kebahagiaan akan selalu datang karena kita diiringi rasa selalu percaya atas takdir yang terjadi dalam hidup kita.

3.      Tersenyum & Bermanfaat

Menjadi pribadi yang selalu tersenyum, menenangkan hati banyak orang, membantu kesulitan orang lain, menjadi orang yang lebih bermanfaat adalah hal-hal sederhana tapi sulit dilakukan. Apalagi, aku dikenal sebagai pribadi yang bermuka masam atau terkesan jutek dan galak. Sorot mataku, garis bibirku, semuanya menunjukkan ekspresi yang tidak enak dilihat. Aku mengakui itu hahaha. Tapi, sesungguhnya semua dugaan orang itu salah.

Aku bukan pribadi yang jutek kok. Yah jutek dan cuek itu benar-benar relatif untuk beberapa hal. Aku termasuk orang yang sangat cuek pada lawan jenis, sangat tidak peduli urusan hatiku sendiri, atau bahkan tidak ingin tahu permasalahan orang lain. Hidup sebagai seseorang yang benar-benar ‘bodo amat’ untuk privasi yang dimiliki orang lain adalah hal yang menyenangkan luar biasa. Hidup terasa lebih bahagia dengan tidak mengganggu sebagian privasi orang yang memang tidak seharusnya kita ketahui.

Tetapi sayangnya, sikapku itu menimbulkan asumsi bahwa aku orang yang sepenuhnya jutek. Ya, kalian memang harus mengenalku untuk tahu seperti apa sebenarnya aku hehehe. Sungguh, tidak seperti yang kalian lihat kok! Karena berbagai anggapan orang itulah, dan setelah turun di dunia kerja, aku mulai belajar selalu dan selalu tersenyum hanya untuk menanggalkan asumsi orang-orang tentang raut wajahku yang murung. Aku hanya berusaha menyebarkan kebahagiaan dan menajdi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.


Sejauh ini pun aku belum mampu bermanfaat untuk orang lain. Aku merasa aku masih memiliki banyak kurang untuk menjadi pribadi yang menginspirasi dan bermanfaat. Aku ingin, tahun ini menjadi tahun yang berharga dengan membantu banyak orang dan menjadi berguna bagi siapa saja.

Beberapa hal tadi, berbagai harapan yang ingin kuwujudkan di tahun ini. Tentunya dengan berbagai usaha serta doa, insyaallah baik aku dan kalian juga mampu mewujudkan mimpi-mimpi yang terbilang sederhana.
Ini resolusiku di tahun 1440 H, kalau kamu?


Comments

Popular Posts