Dari Luka ke Luka : Sebuah Perjalanan
Dua tahun berlalu dari waktu terakhir aku menuliskan cerita dalam diary digital ini. Dua tahun yang di dalamnya banyak rupa dan warna. Kadang merah merona, kadang putih melati, kadang gelap kelabu. Dua tahun yang darinya aku belajar bukan hanya soal mencari siapa aku, tapi mencari mau pergi kemana diriku. Ada banyak kejadian yang membuat aku bahkan hampir setengah tahun selalu berusaha berdiri sendiri. Ada banyak hal yang membuat raga ini harus bisa tersenyum di tengah berbagai cerita baik pahit manisnya dunia. Kadang ada gejolak bahagia, kadang kesedihan melanda. Ya, tidak mudah. Tapi aku bangga, pada diriku yang sekarang sudah bisa mulai berjalan lagi. Aku bangga pada kisah sedih nan pilu yang berhasil kutinggal dan berlalu. Aku bangga ternyata aku mampu. Ternyata benar, dua puluh lima bisa jadi masa transisi terberat seseorang. Melewati kerasnya hidup ini, dua puluh lima bisa jadi angka yang luar biasa traumanya. Ada banyak pilu yang kutahan sendir...