Menjadi manusia
Kadang aku lupa memanusiakan diriku
Atau kamu lupa memanusiakan dirimu
Di tengah sibuknya jam kerjaku, atau derasnya peluhmu,
lelahnya raga itu
Kadang kamu lupa kalau kamu juga butuh waktu
Butuh jeda untuk sekadar menghela napas dan merasa lelah
Butuh ruang untuk dipahami dan didengarkan
Berusaha setengah mati memanusiakan raga lainnya
Sibuk memasang senyum lebar tak terkira
Menatap antusias setiap mata yang berbagi cerita
Mengiyakan semua tolong yang sebenarnya berat dirasa
Sungguh, Sayang, tidak apa-apa
Tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja
Tidak apa-apa untuk berhenti menyanggupi semua pinta
Tidak apa-apa untuk duduk dan menyandarkan punggung yang
menyangga
Tidak apa-apa untuk diam dan berhenti berkata
Tidak apa-apa untuk mendahulukan hatimu daripada manusia
lainnya
Tidak apa-apa untuk mementingkan dirimu
Tidak apa-apa untuk melepas senyum yang terpaksa
Sungguh, Sayang, tidak apa-apa
Tidak apa-apa merasa lelah dan hampir menyerah
Tidak apa-apa bila kamu tidak ingin mengerti dunia
Tidak apa-apa bila ingin sekadar menikmati senja, sebentar saja
Tidak apa-apa kalau sendiri membuatmu bahagia
Tidak apa-apa untuk menceritakan semua beban di dada
Tidak apa-apa jika menangis karena tak mampu berkata
Sungguh, Sayang, tidak apa-apaKamu tidak akan pernah sendirian di dunia
Ada banyak telinga yang siap mendengar semua cerita
Ada orang-orang yang bisa kausebut rumah tempatmu memulangkan rasa
Ada senyum yang bangga akan juangmu tanpa kira
Sungguh, Sayang, semua akan baik-baik saja
Kalau duniamu runtuh, kalau kamu menjadi rapuh
Tidak apa-apa untuk mengaku sakit dan merasakan kecewa
Tidak ada yang salah dengan menjadi sebenar-benarnya manusia
Mengeluhkan hari-hari, menyayangkan kenangan, ataupun menggerutu soal pekerjaan
Harimu memang berat, harimu memang sulit
Tapi kamu tidak akan pernah berada di dunia seorang diri
Percayalah, Tuhan Maha Baik
Ada sujud yang meringankan segala beban
Ada dekap yang mengutuhkan segala retak
Ada telinga yang mendengar segala cerita
Tuhan tidak pernah membuatmu benar-benar sendiri di dunia
Semesta pun setuju kalau kadang kamu lelah tak terkira
Pulanglah, kepada siapapun keluh kesah bisa didengar
Pulanglah, kepada siapapun seluruh rapuh bisa dikuatkan
Sayang, kamu hanya manusia
Terkadang tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja
Teruntuk hati yang lelah memikul beban seorang diri,
akan selalu ada sepasang telinga yang rela mendengar
akan selalu ada rumah tempatmu memulangkan rasa
Tidak apa-apa, tetaplah menjadi manusia.
Comments
Post a Comment