Iman
Semesta punya atap berupa langit, lantai berupa tanah, dan cerita berupa kamu.
Berupa kaki yang kuat untuk berdiri, api yang membara berupa semangat.
Seharusnya.
Ada teduh yang hinggap di mata, di antara sepi dan rindu yang menggenang memenuhi pelupuk yang lelah menyembunyikan luka. Suara habis tidak bisa berkata, ada sesak memenuh dada. Hampir mati karena napas sulit dirasa, udara tidak bisa masuk karena terlalu banyak beban di sana.
Siang malam menggantungkan mimpi di angkasa, membuka lembaran lama berulang kali.
Sudah tahu mimpi sulit dicapai kalau terlalu sering berpikir
"Apakah kita bisa sebagai manusia, berlari dan melukis di saat yang sama?"
Telinga seakan tidak mendengar tentang resah dan gelisah yang bisa dijawab Pemilik Semesta. Tuhan bisa memberi solusi, raga-raga tidak percaya kalau Tuhan bisa segalanya. Mulut bilang iya, tapi hati masih ragu apakah semesta merestui segala doa-doa.
Iman ada di hati, di rasa yang seharusnya tidak pernah mati.
Tuhan memberi semuanya yang kita minta, tergantung bagaimana kita memberikan seluruh jiwa dan rasa percaya.
Comments
Post a Comment