Bersua belum tentu berdua
Yang hadir belum tentu tinggal,
Yang berjalan belum tentu beriringan,
Yang menatap belum tentu menyimpan,
Yang berharap belum tentu terwujudkan
Mungkin itu mengapa terkadang kita berada di waktu yang
sama, dengan arah langkah yang berbeda.
Mungkin itu mengapa akhirnya kita memilih berjalan
sendiri-sendiri, mulai menyingkirkan satu sama lain dari kehidupan
masing-masing.
Mungkin itu mengapa kekurangan kecil adalah kendala besar.
Karena memang yang tinggal terkadang bukan untuk menetap.
Yang berjanji belum tentu ditepati.
Yang membahagiakan belum tentu selamanya.
Dan yang melengkapi, belum tentu benar-benar menerima dengan
hati.
Terkadang ada perasaan lain yang dilukai, hanya demi
memenangkan ego sendiri,
untuk pergi dan menghilang.
Membiarkan dua pasang mata bertemu dalam kecanggungan
kemudian.
Membiarkan semesta menatap dua manusia yang biasa
bercengkrama, tiba-tiba tidak saling sapa.
Mungkin Tuhan hanya merencanakan perkenalan, bukan penyatuan.
Mungkin juga Tuhan hanya mempersilakan kita untuk saling memberi pelajaran, begitu pula dengan kenangan.
Dan mungkin juga semesta sudah mengira, kalau takdir membiarkan
kita hanya bersua.
Bukan berdua.
Comments
Post a Comment