Keep Being You


              Beberapa orang terlalu takut menjadi diri sendiri,
terlalu takut tidak dicintai dengan segala hal yang menjadi kekurangannya,
beberapa orang juga sulit mengerti,
bahwa di dunia ini ada jutaan manusia yang  memiliki sifat yang berbeda dengan dirinya.

Aku punya duniaku, punya segala hal yang menjadi hobiku, punya list makanan kesukaanku, punya setumpuk buku favoritku, punya deretan daftar kegiatanku. Aku punya banyak hal yang ingin kulakukan, dan itu tentunya berbeda dengan teman-temanku.
Setelah melampaui usia tujuh belas tahunku, aku makin belajar dengan cara apa dan bagaimana aku membahagiakan diriku sendiri. Melakukan sederet kegiatan yang aku mau, menjadikan hal-hal tertentu sebagai prioritasku, dan mewujudkan apa saja keinginanku. Bukan lagi menjadi pribadi yang mengikuti semua hal yang dilakukan teman-temanku, aku kadang memilih melakukan hal yang bertolak belakang dengan mereka dan berhenti memaksakan diri untuk tetap pergi meski aku tidak suka.
Kita tidak bisa menyamakan diri kita dengan orang lain, tidak bisa pula orang memaksakan kemauan kita, tidak juga membuat kita harus melakukan suatu hal hanya untuk terus membahagiakan orang lain, tidak. Kita harus bisa memilih mana yang jadi prioritas kita dan tidak terus menerus menuruti kemauan orang lain. Bila kamu tidak suka, mengapa tidak mencoba menolak? Tetapi, mungkin hal ini sedikit tidak berlaku untuk segala permintaan orangtua ataupun keluarga.
Beberapa orang mungkin memandangku ‘tidak asik’ atau ‘tidak seru’ atau ‘apatis’ dan lain sebagainya. Bukan aku tidak seru, bukan. Bukan aku apatis, bukan. Aku hanya berusaha melakukan apa yang aku mau, apa yang aku inginkan, dan apa yang sudah aku rencanakan. Mungkin tidak seperti kebanyakan remaja lainnya yang merantau dan gemar pergi ke kafe ataupun hang out setiap waktu. Aku lebih suka berada di kos, menghabiskan pagiku untuk membersihkan kosku, memasak, mencuci, dan melakukan hal-hal lain terkait pekerjaan rumah. Aku juga terkadang memilih memanfaatkan siangku untuk tidur meski sebentar, setelah melewati malam panjang dengan waktu tidur yang singkat. Atau juga menikmati soreku dengan secangkir teh hangat dan mendengarkan musik kesukaanku seraya membaca novel roman favoritku, hingga menghabiskan malam dengan belajar atau menulis artikel untuk mengisi blogku.
Banyak hal yang suka kulakukan sendirian, menikmati hari tanpa ada orang yang mengganggu kegiatanku untuk sesekali. Membiarkan diri sendiri berdamai dengan kenyataan, membiarkan diri sendiri memberi senggang waktu untuk mengistirahatkan pikiran adalah hal yang sering kulakukan. Setelah melewati hari yang panjang bersama teman-teman di kampus, atau pergi menghadiri konser musik sesekali, pun juga menghabiskan akhir mingguku untuk pergi ke pusat perbelanjaan, terkadang ada saatnya juga aku memerlukan waktu untuk menjadi diriku sendiri dan sejenak tidak menghiraukan dunia luar untuk sementara waktu.
Dulu, aku selalu berusaha membuat orang lain bahagia dengan menuruti semua kemauannya hingga akhirnya aku lupa bahwa diriku pun perlu dibahagiakan sesekali. Aku terlalu sibuk menjadi seperti apa yang orang lain mau, mewujudkan keinginan mereka terus menerus, hingga aku tidak lagi merasa bahagia dengan selalu tidak menjadi diriku sendiri. Sampai aku ada di titik itu, ada di titik dimana aku menyadari bahwa menjadi dewasa adalah dengan membebaskan diriku untuk melakukan segala kemauanku untuk membahagiakan diriku (tentunya segala hal yang bermanfaat, setidaknya untuk diriku sendiri).
Begitu pula kalian, lakukan apa yang kalian inginkan dan kalian sukai. Semisal kalian memang lebih menyukai belajar di perpustakaan, lakukan. Atau mungkin kalian lebih suka pergi berbelanja sendirian, lakukan. Jangan berusaha menjadi seperti apa yang orang lain inginkan bila itu merugikan menurut kalian. Tetapi juga jangan berhenti berinteraksi dengan orang lain, jangan pula menutup telinga untuk segala saran yang orang lain berikan untuk kebaikan kalian. Jadilah seperti apa yang kalian inginkan karena hanya kalian sendiri yang tahu seperti apa diri kalian. Berhenti memaksakan kehendak orang lain dan gaya hidup orang lain di kehidupan kalian.
Jangan pernah ragu untuk menjadi diri sendiri, jangan takut untuk menjadi apa adanya kalian, dan jangan takut mereka tidak menyukai kalian karena nantinya kalian akan menemukan lingkungan yang akan menerima kalian apa adanya tanpa harus susah-susah memberi pemahaman kepada mereka. Tinggallah di lingkungan yang akan senang maupun susah menerima, tinggallah di lingkungan yang menghargai kalian, yang membuat kalian menjadi diri kalian sendiri dengan segala hal-hal baik yang kalian lakukan. Tetapi jangan pernah menetap di lingkungan yang hanya membuat kalian terus menerus menghabiskan masa muda dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, tetaplah tinggal bila lingkungan kalian membuat kalian menjadi lebih baik dan menerima segala kekurangan kalian karena rejeki dari Allah adalah termasuk lingkungan yang membawa ke dalam kebaikan.

Comments

Popular Posts