How to Heal Your Heart



Setelah patah, tidak ada hati yang baik-baik saja. Terkadang orang lain mampu berkata  bahwa menyembuhkan itu cukup mudah. Tetapi, bukankah tidak semua perkataan orang benar adanya? Mereka tidak pernah merasakan berada di posisi kita, berada benar-benar menjadi pahit setelah manis yang pernah mewarnai. Mereka mungkin tidak merasakan patah seperti kita, atas kuat yang pernah membuat kaki bertahan enggan meninggalkan kisah yang menjadi luka. Dan bukankah hanya diri kita sendiri dan waktu yang akan perlahan menyembuhkan?

Beberapa bulan lalu aku pernah patah, pernah menjadi sangat rapuh dan bahkan hancur. Pernah menjadi lemah setelah kuat yang selalu ada, pernah menjadi lebur bersama airmata. Tetapi, apakah itu semua bertahan lama? Tidak. Kali ini hati dan logika harus bekerja sama. Setelah sekian lama hati berjalan menentukan pilihannya, kini logika harus membuatnya pandai untuk memilih meninggalkan. Tidak semua yang lalu harus terus dikenang, terus disayang, terus dibiarkan. Terkadang masa lalu perlu ditinggalkan dan dibuat beku hingga tidak ada lagi kemampuan untuk mengingatnya.

Logika akhirnya mampu membuat hati sejalan dengannya, meninggalkan kenangan. Orang pikir, adalah hal yang mudah dalam melupakan. Tetapi, patah yang kemarin adalah patah yang paling menyakitkan yang pernah kurasakan. Bukan karena raga tidak mampu menyentuhnya, atau hati juga tidak mampu memilikinya lagi, tapi karena ternyata percaya sudah tidak lagi disambut gembira. Kecewa cukup menjadi luka yang dalam, bahkan sangat dalam hingga aku bahkan sulit untuk menciptakan percaya lagi dan lagi meskipun ke orang yang berbeda.

Sederhananya, bila kamu tidak pernah sakit teramat sangat maka kamu tidak pernah benar-benar mencintainya.


Dan seiring berjalannya waktu, ada banyak kenang yang tidak ingin kumasukkan lagi ke bagian hidupku. Kupenuhi ruang dalam benakku dengan hal-hal baru, kesibukan-kesibukan lain, dan cerita yang memenuhi ruang masa laluku hingga penuh sesak. Aku memaksa untuk tidak lagi mengingat, mengsugestikan diri untuk melupakan segera hal-hal yang memang tidak perlu lagi kuingat bahkan orang-orang yang tidak lagi mampu membawa bahagia dalam hidup.

How to heal your heart,
forgive.

Forgive everything, everyone.

Tidak ada cara yang lebih baik, lebih bijak dari memaafkan. Memaafkan siapapun yang telah melukaimu, memaafkan segala perbuatan yang mereka lakukan, memaafkan segala masa lalu yang menyakitimu. Tidak ada cara lain selain itu. Selain membiarkan mereka tidak lagi memasuki hidupmu, membiarkan mereka tidak lagi menjadi orang yang mengisi harimu. Dan maafkanlah sesakit apapun luka yang mereka berikan, karena mengingat dan berpikir untuk membalas dendamnya sama saja menciptakan keburukan untuk kita di kemudian hari.

Pilihlah untuk pergi, menghilang, dan muncullah sebagai orang asing yang tidak pernah mau tahu tentangnya. Berhenti peduli  pada orang-orang yang pernah menyakiti sebegitunya. Berhenti mengharap bahwa dia akan membalas perlakuanmu kini dengan segala kebaikannya. Berhentilah mengharap pada manusia yang penuh cela, berpalinglah mengharap pada Yang MahaKuasa.

Kamu bisa berdiri lebih kuat setelah memaafkan masa lalu dengan sepenuh hatimu, percayalah.

Comments

Popular Posts