Pengalaman Menembus USM PKN STAN 2017



Haiii, seperti judulnya. Kali ini aku akan cerita tentang bagaimana aku menembus USM PKN STAN 2017 setelah sekian lama aku selalu menunda untuk menulis ini dikarenakan kebanyakan lupa, hehehe. Akhirnya Alhamdulillah dengan semua daya, usaha, dan doa akhirnya aku resmi jadi mahasiswi Diploma 1 Pajak.

Aku hanya berniat sharing tentang beberapa hal yang aku lakukan sampai akhirnya aku lolos USM PKN STAN 2017. Sebenarnya tes masuk PKN STAN terdiri dari tiga tahap yaitu :

1.      TPA & TBI
2.      Tes Kesehatan Kebugaran
3.      Tes Kemampuan Dasar / Tes CPNS

Tetapi, berdasarkan peraturan terbaru akhirnya tes masuk PKN STAN 2018 hanya terdiri dari satu tahap (TPA, TBI, TKD) untuk jurusan selain Bea Cukai dan dua tahap (TPA, TBI, TKD dan TKK) untuk jurusan Bea Cukai. Jadi, di postingan ini aku hanya akan menjelaskan seperti apa dan bagaimana caraku menembus TPA, TBI, TKD USM PKN STAN 2017.

Awalnya dulu, aku tidak berniat dan tidak ada niatan sama sekali ikut USM PKN STAN 2017.  Waktu awal kelas 12, aku hanya berniat mendaftar salah satu universitas di Semarang. Dan atas kehendak Allah ternyata pada akhirnya memang aku belum diridhoi untuk menempuh pendidikan di sana.


Kira-kira waktu itu bagaimana perasaannya? Sedih?

Enggak sih hehe karena aku salah satu orang yang selalu percaya kalau rencana Allah lebih indah daripada perkiraan manusia. Jadi, waktu aku enggak lolos universitas yang aku inginkan, aku biasa aja. Beneran biasa aja. Sedih enggak, seneng juga enggak. Pokoknya santai bangetlah, enjoy aja gitu nikmatin hari-hari padahal belum dapat kampus, hehehe. So, buat kalian yang mungkin belum dibukakan pintunya untuk menjadi salah satu mahasiswa/i universitas impian kalian, tenang aja. Ada seribu pintu yang terbuka setelah satu pintu tertutup. Syaratnya cuman sederhana, kalian percaya, berdoa, dan berusaha. Harus!

Aku juga masih inget banget waktu aku kelas dua belas banyak teman-teman yang berbondong bondong ikut sosialisasi PKN STAN. Berhubung aku enggak ada niatan, yaudah deh engga ikutan. Tetapi, mendadak mamaku ternyata berubah pikiran. Mama minta aku untuk daftar STAN sebagai ajang peruntungan, siapa tahu lolos dan bisa bersekolah di sana. Apalagi, STAN adalah salah satu sekolah yang berikatan dinas dengan pemerintah. Jadi, kalau aku mendaftar dan lolos pun sama sekali enggak ada ruginya. Oleh karena itu, sebagai anak yang ingin menuruti semua keinginan orangtua aku akhirnya ngikut aja tuh daftar USM PKN STAN.

Waktu ada sosialisasi dari kakak-kakak IKMAS (Organda mahasiswa PKN STAN dari Semarang) , aku cuman asal nimbrung aja untuk gali info lebih banyak lagi tentang sekolah yang akan aku daftar ini. Aku masih inget banget, di situ  aku duduk sendirian jauh dari lainnya karena emang aku datang terlambat. Beberapa dari teman aku kaget waktu lihat aku duduk di antara mereka. Mereka masih enggak menyangka kalau aku adalah salah satu peminat PKN STAN karena aku bukan orang yang suka koar-koar kalau bakalan daftar PKN STAN.

Seusai sosialisasi, aku memutuskan untuk daftar try out USM yang diadakan kakak-kakak IKMAS. Aku daftar tuh asal daftar aja. Kayak engga ngerti harus belajar apa, harus kayak gimana, enggak ada pikiran harus belajar darimana juga. Nah, waktu ikut try out tuh ya aku mampir sebentar ke stand kakak-kakak yang jualan buku USM PKN STAN. Mereka jualan buku yang isinya latihan soal yang terdiri dari beberapa paket. Aku tanpa pikir panjang, beli satu buku buat dikerjain di rumah. Ya karena aku juga enggak mau kalau asal daftar asal ikutan aja gitu, aku tetep mau ada usahanya.

Sampai di rumah, aku buka-buka dan baca beberapa soalnya. Menurut analisaku, soal USM PKN STAN itu butuh pengetahuan luas dan ketelitian serta kecepatan dan ketepatan. Butuh kecerdasan juga sih, cuman faktor penunjang lainnya adalah beberapa hal itu. Dan menurutku yang paling sulit adalah Bahasa Inggrisnya. Asli deh, Bahasa Inggris buat USM STAN itu terbilang lebih sulit dari bahasa Inggris yang kita pelajari di SMA karena basicnya adalah dari kemampuan TOEFL kamu.

Jadi sebelumnya, aku jelaskan dulu nih.

Soal USM PKN STAN itu terdiri dari dua bagian. Ada TPA dan TBI. Dimana TPA dan TBI punya tingkat kesulitan berbeda-beda tiap peserta. Dan kalau menurutku, TBI punya kesulitan yang lebih dari TPA. TBI rata-rata berisi grammar dan memerlukan kemampuan Bahasa Inggris yang cukup baik. Waktu itu sih ya, tiga bulan sebelum USM, aku les TOEFL secara rutin seminggu sekali dengan salah seorang alumni dari SMA-ku selama kurang lebih tiga bulan  lamanya.

Sekarang, aku mau share tentang bagaimana caraku lolos USM PKN STAN.

1.      Ketahui bentuk dan materi  soal  USM, lalu latihan, latihan, latihan!


Kamu harus lebih tahu seperti apa sebenarnya bentuk soal yang diujikan di USM. Seperti apa jenis soal TPA dan TBI yang diujikan. Sejauh ini, aku belajar TPA tidak sesering TBI. Kalau TBI mah jangan ditanya. Kertas soal TOEFL nya aja aku sering bawa ke sekolah, dan tasku hampir penuh soal-soal TOEFL yang berasal dari guru lesku. Aku belajar TOEFL terhitung sejak bulan Maret 2017, waktu yang lain lagi hectic-hecticnya sama UN dan USBN, aku malah hectic belaja bahasa Inggris.



Selain itu, kalau soal TPA pada dasarnya adalah menilai kelihaian kita  dalam hal matematika serta kata. Kita harus cepat dan cermat dalam mengerjakan soal TPA. Perbanyaklah membaca artikel-artikel atau literatur dari berbagai sumber untuk menambah kamus kosa kata di otak kita. Oh ya, jangan lupa banyak berlatih mengerjakan soal matematika!


Fyi, soal TPA dan TBI memiliki nilai mati. Dimana kita punya minimal benar. Kalau semasa aku mengikuti USM 2017, dari soal yang diberikan, kita minimal benar 1/3 bagiannya. Baik TPA dan TBI harus lolos dari nilai mati. Semisal TPA kita lolos hampir 100% tetapi TBI kita kurang dari 1/3 bagiannya ya sama saja tidak membuahkan hasil yang baik. Dan kita harus banget bisa membagi waktu dengan baik supaya mampu mengerjakan soal benar sesuai batas minimumnya. Dan juga, tidak harus selesai semua ya! 

2.      Belajarlah dari materi tersulit


Aku selalu belajar dari materi tersulit, tapi bukan berarti melupakan materi yang mudah ya. Aku belajar sesering mungkin, mengulang banyak soal yang menurutku sulit dan juga mencari-cari referensi dari berbagai sumber untuk menambah wawasanku. Tidak berhenti di soal yang kudapat dari buku yang kubeli waktu itu, aku juga membeli beberapa buku di toko buku ataupun di toko online.

Trik ini patut diterapkan untuk mempelajari soal TBI dan TKD. Aku selalu mengutamakan dan memiliki porsi lebih dalam belajar materi yang tidak betul-betul kukuasai. Beberapa kosa kata Bahasa Inggris atau tenses tertentu bahkan kutempelkan di dinding kamar hanya agar aku lebih mudah dan sering membacanya. Serta materi TKD yang sangat sangat luas dan tidak tertebak, aku juga menerapkan metode ini. Aku banyak mempelajari materi sejarah yang sangat jarang kubaca dan aku juga memperdalam materi terkait undang-undang.

3.      Disiplin dan rajin


Satu hal yang saat itu tertanam di benakku. Enggak ada ruginya belajar, apalagi bahasa. Kalaupun kemungkinan terburuk ternyata aku enggak lolos USM PKN STAN, kemampuan Bahasa Inggrisku juga akan terpakai sampai kapanpun. Saat itu, sebelum memutuskan les privat, aku tidak ambil pusing tentang seperti apa hasil akhirnya. Yang ada dipikiranku hanyalah bagaimana aku mampu belajar dengan baik dan menerapkan ilmuku di kemudian hari. Ya, pikiran-pikiran itulah yang akhirnya tidak membuat beban terlalu berat untukku. Aku tidak berniat untuk lolos, aku berniat untuk belajar.

Hampir setiap hari aku mengerjakan satu paket soal TOEFL yang diberikan guru lesku. Di sekolah, di rumah, kos temen, dimanapun aku selalu bawa materi soal tersebut. Mengingat aku pernah cukup lemah dalam berbahasa Inggris, jadi aku harus banyak membaca dan berlatih untuk memperdalam kemampuanku.

Selain itu, aku juga memperlakukan hal yang sama untuk materi TPA dan TKD. Aku selalu berkomitmen untuk mengerjakan satu paket soal setiap malam sebelum belajar atau sesudah belajar materi ujian. Bahkan setelah sampai di tahap ketiga, dimana aku harus menghadapi TKD, setiap harinya seusai sahur aku belajar materi TKD sampai pagi. Dan malam harinya seusai Tarawih, aku mengerjakan soal latihan TKD untuk mengasah kemampuanku. Kegiatan itu berlangsung kurang lebih dua minggu, sepertinya. Aku bahkan terkadang ingin menangis kelelahan belajar, tetapi aku berprinsip akan terus berjuang sampai aku mendapatkan apa yang aku inginkan.

Tidak boleh cepat puas! Itu kuncinya.

4.      Banyak berdoa, jaga kesehatan, dan menuruti nasehat orangtua


Tiga hal ini adalah hal yang paling utama menurutku. Apabila kita sudah banyak berusaha dan tidak berdoa menurutku adalah kesombongan. Mau bagaimanapun, semua usaha kita perlu diimbangi dengan doa karena Allah yang membukakan segala jalan dan kemudahan. Jangan lupa juga untuk menjaga kesehatan karena tiada artinya performamu saat kamu jatuh sakit selagi mengerjakan soal tesmu.

Selain itu, hal yang sangat penting adalah menuruti nasehat orangtua, terutama ibu. Bukankah ridho Allah adalah berasal dari ridho orangtua?

Sejauh ini, hal yang sangat tertancap jelas di benakku adalah bagaimana mama memiliki peranan yang sangat besar dalam lolosnya aku. Mama menjadi satu-satunya orang yang tidak begitu setuju aku berkuliah di univesitas keinginanku, mama menjadi orang yang sebenarnya tidak memberikan dukungan penuh saat aku menyampaikan mimpi-mimpiku. Di sini aku dilema, di sini aku bingung mana yang harus aku kalahkan. Apakah keinginanku atau keinginan mamaku?

Aku akhirnya telah memutuskan, aku harus menuruti apa nasehat dan keinginan mamaku. Setelah aku tidak lolos masuk universitas impianku saat itu, aku melihat secercah harapan. Harapan kecil yang sebenarnya adalah jalan yang besar. Aku melihat saat dimana mamaku menyemogakan aku lolos USM PKN STAN, di situlah jalanku dibuka dan dipermudah. Aku tidak ingin membesarkan egoku, keinginanku saat itu hanyalah satu, membuat mama dan papaku bangga. Apabila dengan menjadi mahasiswi PKN STAN membuat mereka bahagia, aku akan mengusahakannya.

Tidak peduli mimpiku belum tercapai sekarang, satu hal yang selalu aku usahakan adalah membuat orangtuaku bahagia dan bangga denganku. Aku masih memiliki banyak cara dan kesempatan untuk meraih banyak mimpiku lainnya. Terkadang, kita sebagai manusia bahkan lupa bahwa salah jurusan dengan menuruti keinginan orangtua pun bukan sebuah kegagalan. Kita tidak pernah tahu dimana awal kesuksesan kita, itu mengapa kita harus mencoba dan berusaha. Dan itu mengapa aku selalu menomor satukan keinginan orangtuaku lebih dulu daripada mimpi-mimpiku. Karena entah hari ini, esok, atau beberapa tahun yang akan datang, tidak menutup kemungkinan pula mimpi-mimpiku akan tercapai dengan berbagai cara.


Sekarang setelah hampir menyelesaikan pendidikan di PKN STAN, aku menemukan banyak bahagia. Di sini, di PKN STAN, Allah memberikanku keluarga baru, saudara-saudaraku dalam melewati pahit manisnya kehidupan. Allah menghadiahkanku banyak hal yang sebelumnya tidak terlintas sama sekali di benakku. Allah menunjukkan kuasa-Nya, menunjukkan padaku bahwa rencana-Nya memang jauh lebih indah daripada rencanaku, membukakan banyak pintu dan jalan, membuatku selalu percaya bahwa Allah luar biasa.

Jadi untuk kalian yang mungkin belum mendapatkan universitas sesuai keinginan kalian, kalian harus percaya bahwa ada seribu jalan untuk satu jalan yang tertutup. Kalian harus percaya bahwa rahasia Tuhan lebih dari apa yang kalian semogakan. Semangat!!!



Comments

Post a Comment

Popular Posts