Sebagian dari Rindu
Desir ombak merdu menyapu darat, pasir di bawa pergi. Kaki basah,
hati resah gelisah. Ada air yang tidak berujung di depan mata. Pulau besar
tidak terlihat, handai taulan apalagi. Pun harap bertemu rasanya sulit sekali.
Sudah digantungkan setinggi langit, tetap jatuh ke tanah dan terkubur dalam-dalam.
Sakit katanya,
meninggikan mimpi sampai ke angkasa.
Ya mau bagaimana lagi kalau memang itu
jawabannya.
Menyeberang laut ribuan kilometer jadi biasa, jauh dari rumah pun
juga. Hati sering iri melihat raga lain bertemu keluarga, makan di meja, sepanjang malam melepas cerita. Rasa sering rindu tapi kenyataan membuat bangun.
Kalau
memang ini cara buat mereka bahagia, mengapa harus menahan jiwa raga?
Sudahlah
tidak apa-apa.
Toh kita tidak sendiri, ada kita yang lain yang menguatkan
sepanjang hari.
Comments
Post a Comment