Semua Butuh Pulang


“Engga ah, lebih asik main sama temen kampus.”
“Engga ah, di rumah gabut.”
“Ngapain banget deh kaga ada temen yang bisa diajakin main.”
“Di rumah gitu-gitu doang, mendingan di sini ada temen ada pacar.”
“Di sana ngebosenin, ga asik.”
“Ngapain dah balik mulu? Anak mami banget.”
“Dasar ga asik.”

Kalimat-kalimat itulah yang kadang dilontarkan beberapa orang yang enggan pulang dan memilih tinggal. Terlepas dari keterbatasan biaya dan kesibukan organisasi atau tugas perkuliahan, terkadang mereka memang enggan pulang karena menilai kehidupan di rumah terhitung membosankan atau mereka memilih tetap tinggal karena teman-teman lebih mengasyikkan.
Terkadang, banyak hal yang tidak mereka mengerti tentang  arti “pulang” yang sesungguhnya.


Sebagai anak ‘baru’ rantau, aku turut merasakan betapa merindukannya suasana rumah yang hangat dan lekat di benakku. Sebagai anak yang baru saja merantau untuk sekitar setengah tahun lamanya, pulang adalah sebuah keharusan di kala mampu dalam hal waktu dan finansial. 

Bila bisa memiliki kesempatan pulang, mengapa tidak?

Ada banyak hal yang dirindukan kami, para anak rantau, tentang rumah.

Tempat dimana melepas lelah dan penat, tempat dimana bahkan dengan berdiam diri pun kamu akan merasa bahagia, hanya karena merasakan kehangatan keluarga yang selalu menerimamu, kapan saja.

Tempat dimana ada banyak tangan yang rela memelukmu saat kamu ingin menangis karena dunia yang memberimu beban yang cukup berat, hanya karena meluangkan waktumu untuk bercerita pada orangtualah maka beban terasa sedikit lebih ringan.

Tempat dimana mereka yang berada di sana adalah orang-orang yang tidak akan menyakitimu berulang kali, apalagi mematahkan hatimu. Mereka adalah orang yang selalu mempertaruhkan nyawa demi bahagiamu, bukan orang yang kapan saja meninggalkanmu saat kau terjatuh. Merekalah alasan mengapa rumah adalah tempat ternyaman di dunia.



Beberapa orang menilai, anak rantau tidak perlu manja dengan sering pulang ke rumah setiap memiliki kesempatan. Tetapi , bukankah justru karena masih ada kesempatan itulah kita harus memilih pulang? Terkadang beberapa orang berpikir, bahwa kita tidak harus memilih pulang dibandingkan kepentingan lain bila tidak sangat mendesak. Tetapi  untuk  mereka yang selalu merindukanmu, bukankah kehadiran adalah hadiah terbaik atas tunggunya?


Semua orang butuh pulang.

Sekalipun suasana rumah tidak mengenakkan, atau orang-orang yang kamu cari tidak lagi ada, tetapi hanya dengan di sana lah kamu mampu mengulang semua indah yang suatu saat akan kamu rindukan. Tidak peduli seberapa indahnya kotamu, atau seberapa manisnya kenanganmu di sana, itu semua tidak akan mengalahkan kenyamanan yang rumah berikan, bagaimanapun caranya. Karena pada setiap sudutnya pun ada bahagia yang pernah membuatmu tidak mampu melupa, ada banyak cerita yang membuatmu bisa menjadi pribadi yang seperti saat ini.

Di rumah sana, ada orang-orang yang selalu menjadikanmu prioritas, menjadikanmu alasan untuk mereka berusaha mati-matian, menjadikanmu orang yang selalu mereka sebut namanya dalam doa, dan tegakah kamu bila hanya menjadikan mereka sebuah pilihan?


Semua orang butuh pulang, selalu.

Ada beberapa hal yang tidak akan bisa diselesaikan di tanah perantauan, yaitu soal rindu.

Kini aku pun makin menyadari, bahwa rindu tidak akan pernah selesai bila bukan dengan temu. Rindu akan senyum yang selalu menyambut di kala pulang kelelahan, rindu akan secangkir teh hangat yang tersedia di atas meja kala penat seharian, rindu akan seseorang yang akan selalu mendengar semua celotehanku akan hari yang berjalan tidak sesuai dengan harapan. Aku akan selalu merindukan itu. Merindukan pelukan yang selalu menjadi hal terbaik di dunia, pelukan yang menguatkan dan berhasil membuatku berdiri lagi setelah jatuh berulang kali.

Apalagi semenjak aku menyadari bahwa aku telah memilih untuk tidak lagi menetap di rumah ‘lamaku’ karena terikat kontrak dengan negara sebagai bentuk pengabdian atas beasiswa yang telah diberikan untuk kami, para mahasiswa/i sekolah kedinasan. Aku semakin mengerti bahwa pulang dan bertemu orang-orang terkasih adalah sesuatu yang sangat berarti. Sesuatu yang akan sangat sulit kumiliki suatu saat nanti, sesuatu yang mahal dan mungkin tidak terhitung harganya. Karena selagi memiliki kesempatan, maka pilihlah untuk pulang dan bertemu dengan keluargamu.

Kamu tidak akan pernah mengerti betapa rindu orangtuamu atas kamu, nama yang selalu mereka banggakan karena berhasil bertahan di tanah rantau. Mereka sebenarnya selalu mengharap hadirmu dalam tiap harinya, bahkan mungkin orangtuamu tidak akan pernah merasa keberatan bila terus-terusan mendengar cerita keseharianmu setiap malamnya karena memang kamulah sebuah indah dalam hidup mereka. Hanya karena hadirmulah mereka berjuang sekuat tenaga untuk melihatmu tersenyum bahagia. Dan sayangnya, terkadang kita sebagai anak selalu melupa.

Tidak jarang kita terlalu asik dengan dunia kita dan tidak mempedulikan bahwa di sana ada orang yang selalu menunggu walau hanya berupa kabar, apalagi temu. Ada hati yang berdebar menunggu kamu pulang, ada hati yang tidak sabar menyambutmu datang. Dan terkadang hati merekalah yang terabaikan.

Berbekal kebosanan, terkadang rumah bukan pilihan saat ada berbagai permasalahan datang, terkadang rumah bukan lagi sebuah prioritas dari istirahat karena lelah, terkadang rumah tidak lagi menjadi tempat untuk pulang. Itu adalah sebagian dari sebuah kesalahan karena kamu berhasil mengabaikan tunggu dari mereka yang setia menantimu. Hingga suatu saat ketika jarak tidak lagi mampu mempertemukan, hatimu akan bergolak hebat, penyesalan akan beradu dengan waktu, dan kamu akan selalu mengulang rasa kecewa atas dirimu.

Oleh karena itu, pulanglah selagi mampu.

Karena dengan pulang, kamu akan mengerti bahwa rumah selalu memberi arti tersendiri. Sebuah senyum yang manis, percakapan yang hangat, sudut-sudut yang memberi kenang, adalah bagian terbaik dari rumah yang akan selalu dirindukan.

Bila pergi adalah pilihan untuk mendewasakan,

Maka pulang adalah hal terbaik dari kepergian,

Dan tinggal adalah sebuah manis dari kepulangan.



Jangan lupa pulang, rumah dan seisinya sedang merindukanmu!

Comments

Popular Posts