Jadilah Cinta Seutuh Khadijah
Beberapa tahun silam, mengidolakan tokoh-tokoh Islam adalah hal yang tabu buatku. Dulu nih ya, masih sempat berpikir "Halah, sok ngerti banget deh tentang kisah mereka. Pencitraan." Astagfirullahalazim...
Yah, maklum aja yah anak SMA yang masih belum terlalu paham agama dan waktu itu memang aku berada cukup jauh dari Allah. Tetapi, rupanya Allah masih selalu senantiasa menyayangiku dengan cara mengetuk pintu hatiku untuk menerima hidayah dari-Nya. Setelah perlahan-lahan, sedikit demi sedikit belajar lebih dalam tentang Islam, aku mengerti mengapa banyak muslim di luar sana mengidolakan para tokoh Islam termasuk Rasulullah. Rupanya setelah aku mengetahui satu persatu kisahnya, aku juga jatuh cinta kepada tokoh-tokoh Islam itu. Aku merasakan kekaguman yang sebelumnya belum pernah aku rasakan terhadap para suri tauladan bagi umat muslim tersebut.
Dan salah satu tokoh Islam yang aku kagumi selain Rasulullah adalah Siti Khadijah ra. Beliau adalah istri pertama sekaligus perempuan yang sangat dicintai Rasulullah. Siti Khadijah adalah perempuan yang mampu mengajarkan bahwa cinta adalah tentang pengorbanan, rela, dan ketulusan. Kemuliaan akhlak Siti Khadijah, membuatku membuka mata bahwa sebagai perempuan hendaknya kita bersikap penuh kemuliaan juga. Seperti yang diajarkan Siti Khadijah, beliau adalah perempuan yang selalu tulus dan ikhlas mencintai Rasulullah dan juga Allah. Beliau adalah perempuan yang tidak dapat dilupakan Rasulullah meskipun raganya sudah tiada.
Meskipun posisi beliau dalam mendampingi Rasulullah sudah tergantikan, tetapi Rasulullah bahkan tidak pernah berusaha menggantikan posisi Khadijah di hatinya. Rasulullah bahkan terus mencintai Khadijah walaupun raganya sudah tidak lagi mampu menemani Rasulullah. Terbukti dengan berubahnya sikap Rasulullah saat mendengar suara sepupu-sepupu Khadijah yang mirip dengannya, Rasulullah terperanjat dan kaget seolah merasa mendengar bahwa suara Khadijahlah yang beliau dengar kala itu.
Apabila saat itu Aisyah yang secantik bidadari itu adalah cinta yang warna-warni untuk Rasulullah, maka Khadijah adalah sebuah cinta yang utuh. Sebuah cinta yang penuh pengorbanan, sebuah cinta yang penuh keikhlasan, sebuah cinta yang tulus dan penuh suka duka. Karena Khadijahlah yang bertakwa pada Allah di saat yang lain kuffur, Khadijahlah yang mengorbankan banyak hartanya di saat yang lain meninggalkan Rasulullah, Khadijahlah yang selalu mendukung dan bersabar atas tugas yang diemban Rasulullah di saat yang lain tidak percaya pada ajaran Allah. Khadijahlah perempuan yang mulia akhlaknya dan juga tulus cintanya.
Di era jaman sekarang, kita sudah sangat sulit menjumpai Khadijah masa kini yang mampu menjaga akhlaknya. Meski aku sendiri belum mampu berakhlak semulia Khadijah, tetapi tidak ada salahnya dengan belajar bersama dengan perlahan untuk menjadi perempuan yang mampu menjadi seperti Khadijah. Dengan banyak kekurangan diri kita, daripada menyesal dan menyesal maka lebih baik ita belajar untuk mengubah dan memperbaiki.
Kisah cinta Siti Khadijah dan Rasulullah adalah kisah cinta yang mampu membuat aku seketika menangis saat mendengarnya. Sungguh, ini kisah cinta yang jauh lebih manis daripada Romeo Juliet ataupun Laila Majnun. Kisah cinta mereka adalah kisah cinta sejati yang sebenarnya, puncak dari manisnya kisah cinta dua manusia yang pernah ada. Besarnya kecintaan Khadijah pada Rasulullah dan juga Allah bahkan membuat Khadijah bahkan tidak menyisakan harta warisan untuk anak-anaknya lantaran hartanya habis untuk dikorbankan dalam penegakan Islam kala itu.
Masyaallah,
Khadijah mampu menyentuh hati dengan kemuliaannya, membuat kekagumanku memuncak setelah mengetahui betapa mulianya beliau. Dari Khadijahlah, aku belajar banyak hal tentang cara menjadi sebaik-baiknya perempuan. Tidak masalah jika kalian masih buruk, sejauh ini pun aku juga belum ada apa-apanya dari akhlak Khadijah. Aku masih tergolong perempuan yang tertatih di jalan Allah. Dan jangan pernah takut apabila kalian menjadi berbeda dari perempuan masa kini.
Jangan takut jika kalian lebih sering di dalam rumah daripada pergi jalan-jalan, jangan takut jika kalian bahkan tidak mengerti lagu yang sedang hits sekarang, jangan takut jika kegemaran kalian adalah memasak dan bukanlah pergi menikmati secangkir kopi di sudut kafe, jangan takut bila kalian bahkan tidak memiliki teman lelaki ataupun pacar untuk menemani perginya kalian, jangan pula takut dianggap cupu apabila seusai Isya' pun kalian harus berada di dalam rumah. Dan janganlah takut memakai pakaian yang menutup auratmu meski dikata sok alim atau ketinggalan jaman.
Jadilah perempuan selayaknya perempuan yang seharusnya. Jadilah perempuan yang mahal dan merupakan aset keluarga. Jangan takut digunjingkan orang lain, jangan takut pula untuk lebih memilih membaca Al-Quran atau buku-buku Islam ketimbang novel roman. Kalian adalah kalian. Apabila kalian ingin menjadi lebih baik, beranilah melakukan kebaikan yang sudah diajarkan Islam kepada kalian. Jadilah perempuan seutuhnya yang berakhlak baik, santun, dan tentu berharga dengan cara tidak mudah didekati oleh sembarang pria. Tidak apa-apa kalian menjomblo, tidak apa-apa dikata tidak keren, karena di mata Allah keren tidak ada artinya dibandingkan kekuatan iman kita.
Kelak, suatu saat akan ada waktu dimana perempuan yang baik menjadi rumah tempat pulang bagi laki-laki yang juga tentunya baik. Jangan pernah takut tidak mendapat jodoh karena tidak memiliki teman dekat laki-laki karena akan ada saatnya yang baik didatangkan untuk yang baik. Dan perempuan yang berakhlak mulia pun InsyaAllah akan menjadi rumah bagi laki-laki yang mulia juga.
Kelak, suatu saat akan ada waktu dimana perempuan yang baik menjadi rumah tempat pulang bagi laki-laki yang juga tentunya baik. Jangan pernah takut tidak mendapat jodoh karena tidak memiliki teman dekat laki-laki karena akan ada saatnya yang baik didatangkan untuk yang baik. Dan perempuan yang berakhlak mulia pun InsyaAllah akan menjadi rumah bagi laki-laki yang mulia juga.
Teruslah menjadi perempuan yang mahal, yang membuat pria lain di luar sana bahkan takut bersanding denganmu karena mulianya akhlakmu. Temukan lingkungan yang menurutmu baik, membawamu kembali ke jalan Allah. Dan jangan pernah pedulikan penilaian orang, karena sesungguhnya penilaian yang kita butuhkan adalah penilaian dari Allah:)
Comments
Post a Comment