Pemeran Utama


Saya terlalu sibuk menunggu kamu

Sedangkan kamu selalu sibuk dengan duniamu

Mungkin benar,

Saya bukanlah prioritas kamu

Dan entah sampai kapan kamu terus “mengorang asingkan” saya

Saya hanya ingin peringatkan kamu,

Ketika saya lelah saya akan berhenti

Ketika saya lelah saya akan berbalik arah


Ketika saya lelah saya senang meninggalkanmu sendirian

Karena pada kenyataannya saya bukanlah bagian dari kepentinganmu

Dan entah sampai kapan kamu terus mengoyak isi hati saya dengan janjimu

Sekarang, saya sudah sangat bisa memahami perilakumu yang tidak menyukai kehadiran saya

Saya bisa membaca semua dari dua bola mata kamu,

Juga dari cara kamu menjawab pertanyaan saya

Sudahlah, hentikan sandiwara kepedulian itu. Saya tahu kamu hanya berlaga dalam drama cinta untuk menyenangkan hati saya.

Saya tahu karena saya merasakannya,

Senyum palsu kamu sudah bisa saya baca sejak kamu hendak mengembangkan dua katup bibirmu

Tawamu bersama saya juga sebuah drama yang sangat apik kamu perankan


Saya menyadari, kamu memang pemeran utama dalam drama yang kamu ciptakan

Hei, saya ada di sana!

Di sebuah drama yang dimainkan dua insan yang melupakan keramaian luka.


Hei, saya di sana!

Sebagai seseorang yang menjadi sarana permainan perasaan.

Bolehkah saya menyerah? Lekas katakan!

Bolehkah saya berhenti? Cepat jawab!


Kamu masih menggeleng ketika saya mengucapkan kalimat-kalimat alasan untuk menjauhimu

Kata kamu, “Kamu hanya lelah dengan kita”.

Kemudian saya menggeleng. Saya tidak salah kali ini.

“Saya hanya ingin kamu menyadarinya.”

“Saya tidak melakukan kesalahan yang berarti,” Begitu jawabanmu kala itu.

Kemudian, kamu kembali tenggelam dalam sesuatu yang tidak saya mengerti.

“Saya sedang sibuk.” Ucapmu yang terus menghindari tatapan mata saya.


Ah, sudahlah.

Sudah cukup saya tersakiti dengan kamu.

Dan saya tidak pernah lagi berharap untuk kamu pedulikan

Saya sudah pernah merasakan ketika kamu membesarkan harapan demi harapan saya

Kamu berhasil mengembangkannya menjadi mimpi untuk saya

Dan saya menyesal,

Telah mengenal kamu.



Comments

Post a Comment

Popular Posts